Minggu, 24 Juli 2011

Mengambil ‘Ibrah dari Misi Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta, Pembawa Kedamaian, dan Kemajuan Masyarakat


Rasulullah SAW dalam menjalankan misinya dari Allah SWT hanya dalam waktu kurang lebih 23 tahun. Yaitu sekitar 13 tahun di Mekah dan  10 tahun di Madinah. Dalam waktu yang singkat itu beliau telah membuktikan kepada dunia sebagai rasul yang memberi perubahan positif terhadap perkembangan peradaban dunia selanjutnya. Dengan bimbingan wahyu dari Allah SWT, Rasulullah SAW tampil sebagai sosok yang memberi manfaat dan kebaikan bagi alam semesta, Pembawa Kedamaian, dan Kemajuan.
Banyak ‘ibrah (pelajaran) yang kita bisa ambil dari misi Rasulullah  SAW tersebut untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya:

1.      Berakhlaq Mulia dan Terpuji

Pimpinan adalah suri tauladan yang dapat di contoh bagi yang dipimpinya. Ketika akhlak pemimpinnya baik, niscaya rakyat yang dipimpinnya akan mempunyai akhlaq yang terpuji. Rasulullah SAW sejak kecil terkenal sebagai orang yang baik akhlaqnya. Beliau terkenal dengan kejujuranya, lemah lembut, pemalu, sopan dalam berkata dan berbuat, bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diembanya, terampil dalam menjaga amanat, sehingga terkenal dengan sebutan “Muhammad Al-Amin” Artinya Muhammad yang dapat dipercaya.
Akhlaq mulia yang beliau miliki merupakan faktor terpenting keberhasilan dakwah beliau. Selain karena kebenaran misi yang ia sampaikan, para pengikutnya banyak tertarik untuk memeluk agama islam karena kemuliaan akhlaq beliau. Siti Aisyah r.a. salah seorang istri beliau mengatakan “Akhlaq Rasulullah adalah Al-Qur’an.”

2.      Bersikap Sabar dan Tegas Menolak kekufuran, Kemusyrikan, dan Segala bentuk Kemaksiatan

Sejak usia kecil, Rasulullah SAW, sudah mendapat pemeliharaan (maksum) dari Allah SWT. Walaupun kebanyakan penduduk Mekah  penyembah berhala, beliau tidak pernah sekalipun melakukanya. Sejak kecil beliau telah memiliki pandangan bahwa keyakinan penduduk Mekah telah menyimpang dari ajaran nabi-nabi terdahulu yaitu agama tauhid. Demikian juga, belia tidak rela melihat apalagi melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan kaumnya waktu itu. Seperti minum arak, berzina, saling bermusuhan, dan mengubur bayi perempuan hidup-hidup.
Setelah diangkat menjadi Rasul dan menjalankan misinya menyebarkan agama tauhid, beliau mendapat berbagai macam cobaan dan gangguan. Namun beliau tidak pernah putus asa dalam menjalankan tugasnya. Semuanya beliau hadapi dengan sabar dan sikap yang tegas. Demikian juga ketika para pemuka Quraisy menawarkan kompromi agar orang-oranga Mekah saling menyembah tuhan masing-masing secara bergantian, Rasulullah SAW menolak dengan tegas dan penuh sopan santun sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur’an Surah Al-kafirun ayat 1-6.

3.      Gemar Melakukan Perkara-perkara Yang Bermanfaat

Di antara teladan penting yang patut kita ambil dari Rasulullah SAW adalah melakukan perbuatan yang bermanfaat dan meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat. Beliau membagi waktu dalam keseharianya untuk beribadah kepada Allah SWT secara khusus, mengabdi kepada masyarakat, dan berkata-kata tentang sesuatu yang kurang apalagi tidak ada manfaatnya sama sekali. Sebagaimana pesan beliau kepada umat islam, “Salah satu yang menunjang kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.”

4.      Mencintai Persaudaraan dan Menghindari Permusuhan

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Rasul, Nabi Muhammad SAW banyak mendapatkan ancaman dari orang-orang kafir Mekah maupun orang-orang munafik Madinah. Banyak peperangan yang beliau lalui sekedar untuk mempertahankan diri dari serangan orang-orang yang memusuhinya. Walaupun demikian beliau bukan pendendam, ketika orang-orang yang memusuhinya menampakkan ketidakberdayaan di depan beliau, beliau memaafkan kesalahan mereka dan memberikan nasihat. Ketika posisinya beliau telah kuat di Madinah dan Kota Mekah dapat ditaklukkan, beliau tidak melakukan balas dendam terhadap penduduk Mekah yang telah nyata-nyata menyakiti beliau. Rasulullah SAW memaafkan kesalahan mereka dan membiarkan mereka hidup dalam suasana yang aman dan tentram. Beliau pun sering mendamaikan dua belah pihak yang berselisih sehingga rukun kembali.
Itulah salah satu kepribadian Rasulullah SAW yang agung dan sangat baik untuk kita teladani selamanya.

5.      Mencintai Ilmu Pengetahuan

Ilmu bagaikan obor yang menerangi hidup manusia. Ilmu dapat memengaruhi dan membentuk pola pikir dan tingkah laku seseorang. Ilmu pun menjadi modal utama kemajuan seseorang atau bangsa. orang-orang yang mencintai ilmu dan senang mencari ilmu akan terbuka lebar jalan kemajuan di hadapanya.

Rasulullah SAW dan para sahabat memberikan penghargaan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan orang-orang yang gemar mencari ilmu. Dengan ilmu agama islam berkembang ke berbagai penjuru dunia, dan dengan ilmu pulalah kerajaan islam pernah mencapai puncak kejayaan.
Banyak sekali pesan Rasulullah SAW yang disampaikan kepada umatnya agar senag menuntut ilmu dan mengamalkanya, baik pesan yang beliau terima dari Allah SWT dalam Al-Qur’an atau pesan yang beliau sampaikan langsung melalui hadis-hadis. Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun kepada beliau, Surah Al-‘Alaq ayat 1-5, adalah bukti betapa pentingnya peranan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar